Saturday, May 16, 2020

Megophrys kalimantanensis ( Katak Tanduk )

Katak Tanduk Kalimantan

 ( Megophrys kalimantanensis )

http://rorimpani.blogspot.com/2020/05/megophrys-kalimantanensis-katak-tanduk.html

Penemuan spesies baru terus diungkap. Di tengah ancaman kerusakan habitat, sejumlah spesies yang belum teridentifikasi diyakini masih bertahan hidup. Para peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] bersama Kyoto University, Aichi University of Education, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Negeri Semarang berhasil mengidentifikasi spesies baru katak tanduk dari Kalimantan. Temuan itu sudah dipublikasikan dalam Jurnal  Vol. 4679, No. 1 [2019]. , peneliti herpetologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI yang juga tergabung dalam penulisan jurnal tersebut kepada Mongabay Indonesia mengungkapkan, katak tanduk kalimantan http://rorimpani.blogspot.com/2020/05/megophrys-kalimantanensis-katak-tanduk.html dengan nama ilmiah Megophrys kalimantanensis itu dikoleksi dari ekspedisi di pegunungan Meratus, [Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur], serta di Bario [Sarawak] dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia. Dia menuturkan, karena karakternya sangat mirip, katak tanduk kalimantan itu awalnya diduga merupakan katak tanduk pinokio [Megophrys nasuta] yang tersebar luas mulai dari Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya dan pulau kecil sekitar. Namun, setelah dilakukan analisa mendalam melalui sejumlah pendekatan identifikasi, spesimen yang sebelumnya diduga sebagai katak tanduk pinokio itu tervalidasi sebagai spesies berbeda. Belum memiliki nama ilmiah. 

Katak tanduk kalimantan yang resmi sebagai jenis baru. Foto: Tomohiko Shimada/LIPI

Dalam laporan berjudul A new species of Megophrys Kuhl & Van Hasselt [Amphibia: Megophryidae] from Borneo allied to M. nasuta, spesies katak baru itu memiliki tanduk atau dermal accessory pada bagian moncong dan mata lebih pendek dibandingkan katak tanduk pinokio. Selain itu, terdapat sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap. Saat masih kecebong, katak baru itu berwarna cokelat tua yang cenderung ke oranye-cokelat dan berubah menjadi cokelat pucat saat dewasa. “Dari struktur suara panggilan atau akustik, individu jantan dari spesies baru itu memiliki variasi lebih banyak dan lebih panjang dibandingkan katak tanduk pinokio. Berdasarkan analisis dan deskripsi dengan membandingkan karakter struktur morfologi, molekuler dan suara panggilan, tim peneliti menyimpulkan spesies itu merupakan jenis baru dan terpisah,” jelas Amir, Rabu [9 Oktober 2019]. Amir mengungkapkan, proses pengumpulan data katak baru tersebut membutuhkan waktu hampir 10 tahun. Spesimen pertamanya sudah dikoleksi pada 2008 oleh peneliti senior Pusat Penelitian Biologi LIPI, Irvan Sidik, namun dengan nama katak tanduk pinokio. Penemuan katak tanduk kalimantan yang tersebar di bagian pegunungan utara Borneo, Malaysia dan Pegunungan Meratus, Kalimantan, Indonesia ini sebenarnya sangat mengejutkan peneliti. Sebab, lokasi keduanya terpisah jauh sekitar 950 kilometer. Kendati begitu, kedua populasi tersebut memiliki variasi genetik sangat rendah dan menunjukkan sebagai spesies yang sama. “Batas Malaysia dengan Indonesia tidak berlaku untuk spesies baru ini. Hamparan gambut dan hutan dataran rendah di antara bagian utara dan selatan Kalimantan sepertinya menjadi penentu, sehingga spesies baru ini hanya dapat ditemukan di kawasan pegunungan baik di utara maupun selatan pulau,” 

Taxonomi Katak tandukKalimantan 

( Megophrys kalimantanensis )

http://rorimpani.blogspot.com/2020/05/megophrys-kalimantanensis-katak-tanduk.html

 Kingdom Animalia, Phylum  Chordata Class Amphibia, Ordo Anura, Family Megaphryidae, Genus Megophrys, Species Megophrys kalimantanensis

 

1 comment:

  1. Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com

    menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
    dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
    WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

    ReplyDelete

Komentar nya harus bersifat membangun

Asplenicum nidus ( Hajang )

  Asplenicum nidus ( Hajang )  " Asplenicum nidus ( Hajang )      " Asplenicum nidus ( Hajang ) "Tanaman Paku yang Indah da...