Wednesday, February 3, 2021

Shorea smithiana ( Mhebung)

Shorea smithiana

( Mhebung)

Bunga Shorea smithiana ( Mhebung) 

  1. Deskripsi

Shorea smithiana atau Mhebung sebutan masyarakat lokal ( Dayak Suaid ) suku Dipterocarpaceae. umumnya mendominasi tajuk hutan hutan tropika. Pohon angiospermae dari marga yang sama yang memiliki tinggi pohon mencapai lebih dari 80 m. Pulau Kalimantan juga merupakan pusat keragaman marga Shorea; sebanyak 138 spesiesnya didapati di sana, dan 91 di antaranya bersifat endemik. Kebanyakan Shorea merupakan spesies dengan musim perbungaan raya. Musim perbungaan raya adalah musim berbunga aneka (hampir semua) spesies dipterokarpa, bersama pohon-pohon suku te tumbuhan lainnya, yang berlangsung kurang lebih serentak secara berkala, dalam jangka waktu yang tidak teratur antara 3–10 tahun. Diduga bahwa perbungaan, yang kemudian diikuti pula oleh pembuahan, serentak ini berevolusi untuk mengatasi gangguan hewan-hewan pemakan biji atau untuk menyukseskan penyerbukan bunga. Agaknya kedua-dua penjelasan itu dapat diterima. Diperkirakan bahwa perbungaan raya ini dirangsang oleh musim kemarau yang terjadi pada masa-masa peralihan dari La Nina menuju El nino Besar atau tidaknya musim perbungaan raya ini diduga kuat bertalian dengan waktu terjadinya musim kemarau yang terkait fenomena siklus ENSO (El Nino southern oscillation) musim perbungaan terbesar biasanya muncul setelah diantarai waktu beberapa tahun tanpa perbungaan. Marga Shorea diserbuki oleh serangga dan aneka jenis serangga terlibat di sini; sementara untuk seksi Shorea yang sama diserbuki oleh jenis serangga yang sama. Untuk menghindari kompetisi jenis-jenis dari seksi Shorea yang sama yang berada pada habitat atau komunitas tumbuhan yang sama, akan mengatur saat perbungaannya sedemikian sehingga terjadi secara bergiliran.

B. Manfaat Ekonomi

Shorea adalah salah satu marga penghasil kayu-kayu dipterokarpa yang terpenting. Aneka jenis kayu meranti ( meranti kuning, merah, dan putih), balau, bengkirai , balangeran dan lain-lain, tergabung di sini. Di samping itu, marga ini juga menghasilkan resin yang disebut damar dari berbagai kualitas; salah satu yang terbaik kualitasnya adalah damar mata kucing. Damar terutama digunakan dalam industri pernis dan cat, serta untuk pengolahan kimiawi lainnya.Beberapa spesies Shorea menghasilkan tengkawang, yakni buah meranti-merantian yang besar dan berlemak. Setelah disalai agar awet, biji tengkawang dikempa untuk mengeluarkan minyaknya yang berharga tinggi. Minyak tengkawang digunakan dalam industri kosmetika dan makanan. Biji Shorea mengandung lemak yang lumayan (40-60 %) dan protein yang banyak (5-6 %). Dalam industri makanan, ia dipergunakan untuk menggantikan mentega coklat (cocoa butter). Selain itu pula, Shorea/tengkawang ini juga bahan untuk membuat sabun dan obat- obatan.Kayunya juga bermanfaat sebagai alat-alat rumah tangga.

C. Konservasi

Eksploitasi hutan secara masif telah mengancam kelestarian marga ini di alam. Sebanyak 148 spesies Shorea telah tercatat dalam daftar merah IUCN. Kebanyakan di antaranya tercantum dengan status kritis (CR, critically endangered) Meski demikian, ada beberapa catatan kritis yang perlu diperhatikan sehubungan dengan daftar IUCN mengenai pohon-pohon dipterokarpa. Yang pertama adalah terkait dengan kriteria tingkat keterancaman spesies yang dibangun berdasarkan karakter populasi satwa, sehingga cenderung berlebihan dalam menilai ancaman tatkala diterapkan bagi organisme yang spesifik-habitat dan berumur panjang sebagaimana lazimnya pohon.

D. Taxonomi

Kerajaan Plante, Angiospermae,Eudikotil, Rosidae, Ordo Malvales, Familily Dipterocarpapaceae, Subfamily Dipterocapoideae, Genus Shorea, Species Shorea smithiana

Status konservasi jenis Shorea

Kategori Daftar Merah IUCN

Jumlah spesies

Punah

1

Kritis

102

Terncam punah

34

Rentan

3

Berisiko REndah

6

Kurang data

2

Tidak dievaluasi

~48

 

No comments:

Post a Comment

Komentar nya harus bersifat membangun

Asplenicum nidus ( Hajang )

  Asplenicum nidus ( Hajang )  " Asplenicum nidus ( Hajang )      " Asplenicum nidus ( Hajang ) "Tanaman Paku yang Indah da...